Pengalaman mengikuti seleksi Beasiswa LPDP
Yahaaaa.. I am back.
Kali ini, saya mau menceritakan pengalaman saya mengikuti seleksi beasiswa LPDP.
LPDP merupakan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan yang berada dibawah naungan Kementerian Keuangan. Untuk lengkapnya silahkan mampir di mari APA ITU LPDP?
Saya lulus bulan Maret dan Wisuda di bulan April 2014. Sebelum saya lulus atau sidang, pikiran saya sudah mengarah kemana-mana, seperti : mau kerja kapan dan dimana? bakal lama gak dapat kerjanya? bahkan sudah ketakutan jadi pengangguran?. Soal perkara sidang skripsi pun terlupakan saking stress nya, malah semalam sebelum sidang saya lebih memilih live streaming Miami Open kala itu, luarbiasa bukan? hahahahah.
Setelah sidang dan mendapatkan surat-surat penting, mulailah saya mecari segala informasi mengenai lowongan pekerjaan. Setiap hari pekerjaan saya hanya mantengin EMAIL, WEBSITE INFORMASI LOWONGAN, nunggu SMS, dan TELPON serta tidak lupa juga sama mbak Lina Jobs****t. Eh pas lagi buka internet ada broadcast masuk tentang Beasiswa LPDP. Penasaran, saya coba cari informasi. Kebetulan, mereka lagi buka seleksi beasiswa angkatan 7 (kalo saya tidak salah). Pikir saya, kerjaan juga belum dapat (padahal baru nganggur 2 minggu) kenapa gak coba ikut beasiswa aja. And that's happened, besoknya saya mendaftar dan melengkapi persyaratan yang mereka mintakan.
Berikut tahapan (zaman saya ya) seleksi beasiswa LPDP.
1. Seleksi Administrasi
Untuk tahap ini relatif muda, prosesnya tidak jauh berbeda seperti seleksi administrasi pada umumnya. Pertama kita harus registrasi (bikin akun). Setelahnya kita akan mendapatkan akses akun, untuk mendaftar dan melengkapi semua persyaratan yang dibutuhkan. Silahkan mengisi informasi yang dimintakan dengan benar dan lengkap. Dan jangan lupa siapkan berkas yang berkaitan dengan informasi tersebut. Adapun berkas administrasi yang dibutuhkan adalah KTP, Ijazah, Transkip Nilai, Toefl, Surat Refrensi, dan Makalah.
Oke kita bahas satu persatu, untuk KTP saya lewatkan.
Ijazah dan Transkip Nilai, jika teman-teman belum memiliki Ijazah dan Transkip tetapi sudah lulus (sidang), untuk sementara bisa digantikan dengan Berita Acara Sidang dan Surat Keterangan Lulus yang diterbitkan langsung oleh pihak Fakultas atau Universitas. Syarat IPK yang diperbolehkan mendaftar adalah minimum atau diatas 3,5 dari 4.
Toefl adalah semacam bukti/sertifikat bahwa kita mampu dan bisa berbahasa inggris, score minimum toefl yang dipersyaratkan adalah 500. Untuk mendapatkan sertifikat, cukup mengikuti tes toefl di lembaga atau tempat kursus bahasa inggris.
Surat Refrensi yang dimaksud adalah surat rekomendasi dari seseorang yang sudah mengenal kita dan mempuyai rekam jejak yang baik. Nah buat mahasiswa yang baru lulus seperti saya, biasanya memperoleh surat refrensi dari dosen, sedangkan bagi para karyawan biasanya menggunakan surat refrensi dari atasan. Kalo tidak salah minimun surat refrensi 2. Ingat, semakin baik rekam jejak pemberi refrensi semakin besar peluang buat lolos tahap ini.
Makalah merupakan salah satu poin penting pada tahap ini, dimana kita diharuskan membaut sebuah makalah original (hasil karya kita) sesuai dengan tema yang sudah ditentukan oleh panitia. Zamannya saya, tema yang diberikan ada 3 (saya lupa apa saja), tetapi kita hanya perlu memilih 1 tema yang akan dijadikan makalah. Saat itu saya memilih tema Peran dan Kontribusi yang akan kita berikan kepada Negara, Bangsa, Pendidikan dan Masyarakat Sekitar (setelah lulus kuliah nanti). Jangan tanya apa isi makalahnya, saya sudah lupa.
Satu lagi yang tidak kalah penting, kita diharuskan mengisi jurusan dan universitas yang akan kita tuju, serta (kalo tidak salah) mengisi rencana studi seperti tesis dll. Intinya, isi semua informasi dan persyaratan yang dimintakan dengan benar dan lengkap, serta jangan lupa banyak berdoa. Pasti tahap ini terlewati dengan mudah.
Selang sekitar 2-3 bulan dari proses Administrasi, jika lolos nanti akan mendaptkan notifikasi pengumuman melalui E-mail ataupun SMS seperti di bawah ini.
Nanti, akan terlihat nama-nama peserta yang lulus ke tahap selanjutnya (Wawancara dan LGD) dan kebetulan nama saya ada. Jadi saya berhak untuk ikut seleksi Wawancara dan LGD. Saya kebagian jadwal wawancara jam 10 pagi, tetapi semua peserta harus sudah di tkp jam 7.30 (lokasi di Jakarta, kantor pusat Kementerian Keuangan RI) dikarenakan akan ada pengarahan dari pihak LPDP. Pada saat itu, posisi saya masih di Semarang (bagian ini harus diceritakan), saya berangkat ke Jakarta naik kereta ekonomi, malam sebelum wawancara diadakan. Turun di Stasiun Pasar Senen, mandi di Stasiun, ke lokasi ujian bolak-balik naik busway dan bajaj karena saya tidak tahu lokasi dan hanya bisa mengandalkan google map dan bertanya ke orang-orang. Alhasil, sesampainya di lokasi, pengarahan sudah selesai dan saya telat total 1 jam hahaha (jangan dicontoh ya).
Setelah selesai pengarahan, ada satu tahapan lagi yang harus dilalui sebelum melakukan wawancara yaitu seleksi dan validasi kelengkapan berkas yang sudah kita input pada saat proses administrasi sebelumnya. Jika ada salah satu berkas yang kurang, maka langsung otomatis gugur. Jadi jangan lupa untuk membawa dan mempersiapkan seluruh berkas tersebut. Kan gak lucu, uda jauh-jauh tapi gak jadi tes gara-gara ada berkas yang ketinggalan.
Nah, tibalah giliran saya seleksi dan validasi berkas dan Puji Tuhan lolos. Selanjutnya saya dipersilahkan masuk untuk memulai wawancara. Begitu masuk, sudah ada 3 orang menunggu kedatangan saya dan tampaknya sudah siap mewawancarai saya. Hal yang pertama kali muncul dipikiran saya adalah semoga mereka tidak tahu kalo saya tadi telat hahahah. Wawancara pun dimulai, mereka bergantian melemparkan pertanyaan. Wawancara selesai, waktunya sekitar 45 menit dan pertanyaan yang dikeluarkan hanya seputar Kepribadian, Perkuliahan, Organisasi, Rencana kuliah dan Makalah. Sedikit sharing, waktu itu ada satu pernyataan pewawancara yang membuat saya mati kutu, jadi begini ceritanya :
Pewawancara : Cita2 kamu ke depan apa?
Saya : Pengusaha
Pewawancara : tanpa panjang lebar beliau berkata " Jadi pengusaha tidak perlu S2 dulu, lulus SMA saja bisa"
Saya : pikir saya "Benar juga", tapi saya lgsg kasih argument yang bikin percakapan ini lebih menarik lagi.
Setelah itu, saya akan mengikuti tes Leaderless Group Discussion (LGD). Saya mendapat jadwal dihari yang sama dengan wawancara tetapi di jam 4 sore.
3. Leaderless Group Discussion (LGD)
LGD adalah proses diskusi atau pemecahan suatu masalah yang dilakukan secara berkelompok. Waktu itu, kelompok saya terdiri dari 8 orang dan materi diskusinya adalah Rencana Penghapusan Sistem Naik/Tinggal kelas untuk SD. Nah binggung kan, gimana ceritanya coba mau dihapus. Jadi, kita diharuskan memberikan kesimpulan apakah setuju/tidak dengan program tersebut dan apa alasannya. Waktu yang diberikan hanya 45 menit dan jawaban harus sudah dikumpulkan. Diskusi pun berlangsung, ada yang pro, ada yang kontra, adu argumen, bacot-bacotan pun terjadi. Kesimpulan kami pada saat itu adalah tidak setuju (jangan tanyakan alasannya, saya lupa). Selama diskusi berlangsung, ada dua orang penilai yang hadir.
Tips dan saran saya adalah Jangan terlalu aktif dan egois, sebisa mungkin kasih pendapat dari sudut pandang yang berbeda dan valid, sebagai contoh waktu itu saya memberikan pendapat dari sistem pendidikan negara Finland.
4. PK (Program Kepemimpinan)
Sebulan kemudian, keluar pengumuman peserta yang lolos ke tahap PK atau Program Kepemimpinan. Sebenarnya tahapan ini bisa dikatakan bukan bagian dari seleksi (CMIIW, ya kakak). Karena tahapan ini merupakan bagian pembekalan dan persiapan sebelum memulai perkuliahan. Sangat disayangkan, saya tidak mengikuti tahapan ini dikarenakan saya sudah terlanjur tanda tangan kontrak dengan salah satu perusahaan yang bersedia menerima saya untuk mencari nafkah di sana. Jadi at the moment, saya harus memilih salah satu antara menunggu hasil wawancara LPDP yang belum pasti atau tawaran pekerjaan yang sudah pasti. Karena ke-sotoy-an dan beranggapan bahwa saya tidak akan lulus wawancara dan lgd beasiswa LPDP. Akhirnya, saya memutuskan untuk bekerja yang akhirnya menjadi penyesalan bagi saya hingga saat ini. Padahal, seminggu setelah saya mulai bekerja, saya mendapatkan email dari LPDP yang bertuliskan..... seperti dibawah ini.
Dan ternyata saya lolos dan berhak ikut PK. Makin menyesal iya, tapi namanya juga pilihan hidup, suka gak suka harus dijalani.
Begitulah sedikit sharing dari saya dan semoga bermanfaat bagi semua.
Sambil menulis ini, saya masih yakin dan berharap akan ada kesempatan kedua di kemudian hari. Seperti kata pepatah " Faith it's all about believing. You don't know how it will happen, but you know it will"
Komentar
Posting Komentar