Bermain dengan Angka itu ENAK Bro!

Cerita ini merupakan flashback 6 tahun lalu.
Jadi dulu ceritanya saya kuliah jurusan Statistika, padahal dulu waktu SMA saya gak suka sama yang namanya angka, rumus, dll. Sempatkan dulu awak sering melawan guru gara-gara mata pelajaran ini. Walaupun begitu, masih lebih malas awak belajar bahasa indonesia (wong saben dino ngomong indonesia og). Anyway, tau gak apa itu Statistika? Kalo tidak tau, saya akan coba jelaskan sedikit tentang Statistika dengan bantuan om Wikipedia (kirain elo yang mau kasih tau. wkwkw).
Ini dia, cekidotttt Statistika Menurut Om Wikipedia

Kalo ditanya gimana ceritanya kok bisa kuliah jurusan Statistik, saya bakal jawab MENEKETEHE". Tapi jawaban itu tidak saya keluarkan pada saat interview bekerja, yang ada gua langsung failed dan disangka orang stress. dan gua jadi pengganguran dan semakin stress. hahahaaha

Baiklah, back to the topic, mulai dari sini lah saya mengenal dunia Angka dan Turunannya lebih dalam.

Saya belajar tentang dunia Statistika dan keluarganya sekitar 3,6 tahun lamanya. Pertama kali belajar, saya cuman bilang ini mah gampang. Merem juga gua bisa kali, Pak. Sambil nyanyi cinta satu malam ini juga kelar. Sombong sedikit selow lah ya. Tapi eh tapi, setelah memasuki beberapa semester, lo setiap hari akan dibekali dengan sarapan, makan siang, dan makan malam kombinasi antara angka, rumus, dan cacing-cacingan sebagai nampannya. Beruntung karena Sabtu Minggu masih bisa makan enak. Penasaran sama makanan tersebut, ini dia.


 Pertama, emang iya. Lo akan kaget dengan semua itu, apalagi dengan orang yang dari awal tidak suka dengan Matematika seperti saya. But The question is kenapa lo yang awalnya gak suka jadi suka? Jawabannya gampang, karena gua pengen cepet lulus, kerja, dapat uang dan halan halan sambil cekrek pake hengpong jadul (lah lo kira Lambe Turah hahaha). Gak deng, jadi dulu ceritanya gua mendapat motivasi dengan kondisi IP gua yang cukup memprihatinkan (walaupun sebenarnya IP nya  3 koma sekian), tapi kalo dibandingin sama temen yang lain gua kalah jauh coyyy.. Jadi motivasi itu tumbuh dan semakin besar, dari situ saya semakin senang dan menemukan bahwa ini enak buat dijadikan mainan. Jadi intinya itu kembali lagi ke passion yang sudah kita temukan dan bangun dari awal. Kalo lu sudah punya passion itu, sejauh dan sesusah apupun yang ada dibayangan lo, pasti ada cara buat menaklukkanya. Kalo kata The New President of USA and you know who (Voldemort kali dong, ahelah)  "without passion you dont have energy, without energy you have nothing".

Tapi beneran loh, setelah terbiasa, memainkan angka, rumus dan keluarga besarnya lama kelamaan jadi enak. Bahkan kalo sudah akut, gak main mereka dalam sehari, mungkin lo akan merasa galau dan hilang arah PRETTTTTTTTT. Mungkin rasanya sama seperti main rubik, walaupun gua gak bisa sama sekali mainnya. wkwkwkw. Bermain dengan mereka membuat Imajinasi lo akan berkembang, lo harus bisa membimbing atau membawa rumus yang satu ke yang lainnya (bahasa ngampangnya menikahkan mereka dengan syarat dan ketentuan yg berlaku. Lah lo kira diskon), lo dituntut bekerja teliti, tepat dan cepat (Susah? iya, tapi akan terbiasa, wong orang tua kita dulu bisa melewati ROMUSA. hayo pilih mana? hahaha).

Tapi dibalik itu semua yang paling menyebalkan adalah pada saat ujian. Lo cuman diberikan waktu dan soal sedikit,tapi jawabannya begitu banyak apalagi kalo soal esai, ban*sat. Ada juga momen dimana lo cuma dikasi satu persamaan dengan 3 variabel (ngerti gak? kalo enggak ngerti jangan dipaksa, Psikiater lagi penuh soalnya) dan lo disuruh ngebayangin mahluk apa yang bisa terbentuk dari persamaan itu. What the fuck is wrong with you? kata2 yang sering keluar sehabis ujian dan diberikan ke sipembuat soal. Tapi dibalik itu semua, lo bakal dapat sejuta makna dari satu persamaan yang lo bisa pecahkan.  HAHAHAHA

Tapi menurut gua, it's fun. Lah dibandingkan belajar Hukum or social discipline, gua mah ogah. Lo mau dibekali dan disuruh menghapal ribuan kata yang dibentuk dalam sebuah kalimat dan disusun dalam satu paragraf, bab dan dicetak dalam satu buku tebal. Aik makjang, mati ucok mak kalo gitu terus. Tapi please, jangan tanya Apakah rumus dan ilmu yang didapat selama kuliah digunakan dalam dunia pekerjaan?. hahahah

Itu buat saya loh ya, gak tau buat kalian. Saya juga gak ambil pusing sama minat kalian. Peace hahaha.

Terakhir ada satu quote yang dari dulu saya suka :
"The Essence of Mathematics Lies in its Freedom by Georg Cantor"



Komentar

Postingan populer dari blog ini

Pengalaman mengikuti seleksi Beasiswa LPDP

Peran Statistika Dalam Investasi