Trip Murah Malang, Batu, dan Pulau Sempu Part 2

Baiklah. Berhubung janji adalah hutang, saya akan melanjutkan cerita piknik lanjutan dari postingan sebelumnya. Trip Murah Malang, Batu, dan Pulau Sempu Part 1

Hari berikutnya, ini adalah bagian paling menyenangkan dan mengerikan selama liburan di Malang. Yap, kami akan explore Pulau Sempu.. Yahaaaaaaaa
Hari itu, kami siap2 dan membawa barang seperlunya saja. Berhubung kami hanya menginap satu malam di Batu, jadi mau tidak mau, ikhlas tidak ikhlas bahu kami harus berlapang dada menopang ransel yang lumayan berat. Mampus lo.

Setelah semuanya siap, kami mulai perjalan an pukul 5 pagi. Seperti yang saya infokan di postingan sebelumnya, berhubung transportasi ke sana susah dan kalo adapun pasti Expensive alias mahal, jadi kami memutuskan untuk naik motor. Tapi oh tapi, belum berapa lama berkendara pantat dan bahu berasa seperti lepas dari posisinya masing-masing (implan kali bahu sama pantatnya hahaha). Akhirnya, di tengah jalan kami berhenti mencari hotel murah untuk meninggalkan sebagian barang dan hanya membawa barang2 seperlunya saja. Waktu itu kami dapat kamar 100 ribu per malam, saya lupa nama daerahnya tapi itu kami dapat setelah berkendara kurang leibh 1 jam dari Batu. Sepanjang jalan menuju Pelabuhan Sendang Biru, mata kita akan dimanjakan dengan panorama bukit yang sejuk dan indah, bak seperti bukit di Lembang, Bandungan, mungkin Parapat juga (tanpa danau YA, cok kau bayangkan). Setelah berkendara 2 jam-an lebih, akhirnya kami sampai di pelabuhan Sendang Biru. Selanjutnya, kami melapor ke pos wisata setempat agar diijinkan masuk ke kawasan Konservasi Pulau Sempu.

Foto hasil comot dari Google
Setelah medapatkan ijin dan membayar biaya kunjungan sekitar 100 ribu per orang (sudah termasuk kapal antar jemput dan tour guide). Kami berangkat dan 15 menit kemudian kami sampai di lokasi selanjutnya. Ingat lokasi selanjutnya, BUKAN TUJUAN SEBENARNYA tetapi Teluk Semut :( :( :( . Dari Teluk Semut kita trekking sekitar 2 jam untuk menuju salah satu wisata di pualu Sempu, yaitu Segara Anakan. Trekking lumayan berat dan jalanan licin karena sehari sebelum kami datang hujan turun lebat. Sebelum tiba di TKP, bencana menimpa saya dan salah seorang teman saya, karena begitu excited dengan suara deburan laut lepas samudera Hindia yang menghantam tebing yang mengelilingi Segara Anakan. Kami jatuh dan bergelinding dari bukit yang cukup tinggi dan dipenuhi dengan akar-akar pohon yang besar (Eat That. hahaha). Tetapi semua itu tidak berasa dan terbalaskan oleh indahnya pesona Segara Anakan.
Di tempat ini ada beberapa keindahan yang begitu luar biasa. Yang pertama adalah anda akan melihat pulau atau teluk atau apalah saya juga gak tau namanya. Tapi intinya terdapat dinding tebing besar yang membentuk lingkaran di laut lepas Samudera Hindia. Nah, di salah satu sisi tebing tersebut terdapat bolongan besar yang menyebabkan air laut masuk dan ada sedikit pantai diantaranya, itulah yang disebut Segara Anakan. Tempat indah lainnya adalah kamu cukup naik ke atas tebing dan dari sana kamu akan melihat indahnya laut lepas Samudra Hindia dengan warna yang begitu khas dan suara deburan air terhadap tebing - tebing tersebut. Gak kalah keren lah sama yang di luar negeri sana.

Di sana kamu bisa poto ganteng dan cantik, bisa juga sunbathing ala-ala manusia blonde, keren dan oke punya tempatnya. Cuman katanya sekarang tempatnya sudah agak kotor, karena banyak orang berkunjung di sana dan membuang sampah sembarangan. Kan kurang ajar, kita jadi gak bisa menikmati keindahan gara-gara seucil sampah dan ulah orang tak bertanggung jawab. Mungkin karena itulah pihak setempat (read : Polisi Hutan dan Dinas Pariwisata) susah mengeluarkan ijin untuk camping.  Cerita sedikit, waktu itu saya lagi berkunjung dan naik kapal penyebrangan di Danau Toba, terus ada orang songong buang sampah sembarangan. Lah gua bilangin dong, BERO itu ada tong sampah, ngapa lo buang ke Danau? lah gua malah diomelin balik. Gua bilang aja, noh baca noh (tunjuk memo "dilarang buang sampah ke Danau!!"). SARAPPPPPPPPP!!!!. Orang kayak gitu jangan ditiru ya guys!!

Setelah puas bermain di sana, akhirnya kami pulang. FYI, di kawasan Sempu ada banyak tempat wisata tapi berhubung kami tidak menginap dan susah mendapat ijin untuk mendirikan tenda, kamipun hanya punya waktu untuk mengujungi Segara Anakan dan Tebing-Tebing cantik itu.  hahaha. Satu lagi, berhubung waktunya pas kami diajak oleh tour guide ke salah satu Goa di hutan tersebut. Goa nya kecil tapi keren dan baunya khas yakni bau kalong hahahaha. Beruntungnya lagi, selesai trekking dan menuju kapal, air laut lagi surut dan ada sunset wahhhhhhhh. Jadi, kami bisa melihat keindahan yang luarbisa dan banyak nelayan sedang berburu ikan (itu posisinya jam 5 sore).

Sampai di pelabuhan Sendang Biru, kami mandi dan segera siap2 karena kami harus balik pada hari itu juga ke Malang. Kami meninggalkan Sendang Biru pukul 6 sore dan itu sudah rada gelap. Sebelum pulang, ada bencana lagi hahaha. Kunci motor hilang gak tau kemana ( goblok wkwkwkw). Panik dan mikirnya uda kepanjangan, pulangnya gimana ya, kalo gak bisa pulang malam ini nginep dimana nanti, terus gimana ngomong ke pemilik motor? mampus lah itu. Mak Pak tolong dulu. wkwkw. Eh tau nya kunci motor ada di tukang parkir hahaha. Ceritanya, sebelum nyebrang ke Sempu, saya dan kawan saya ambil barang dulu di bagasi motor. Lah habis itu saya lupa copot kunci motornya. Hahahaha, kan goblok masih muda tapi sudah pikun. Pas kami sudah berangkat menuju Pulau Sempu si tukang parkir nemu itu kunci. Untung tukang parkirnya baik, padahal ada banyak barang penting dan expensive di dalam bagasi hehehehe. Terus teman gua berbisik seperti malaikat, ya udah lo kasih uang tambahan gih ke dia. Lah gua kan gak mau rugian orangnya, gua sambar aja "maneh uang nye, jangan ngemeng doang?" hahahaha. Karena hati gua yang lagi baik, gua kasilah sedikit uang lebih ke bapak tukang parkir. THANKS PAK, ENGAKU SANGAT MEMBANTU!

Sepanjang  jalan pulang gua hanya bisa berdoa agar ban motor tidak bocor dan gak ketemu orang jahat, intinya gak ada kejadian buruk menimpa kami. Habis jalannya bukit, kiri kanan rawa dan hutan, sekalinya ketemu rumah itu pun cuman sedikit. Setelah melalui perjalanan panjang sekitar 80 km lebih, akhir kami tiba di Kota Malang. Yahahahahahaha.. Berhubung badan sudah lelah, akhirnya kami memutuskan untuk tidur dan istirahat. Setelah tertimpa kejadian buruk di Sempu, kami malah mendapat hikmat dari Tuhan. Kami diijinkan untuk bermalam di rumah om-nya teman-nya teman saya (bingung, minum dulu biar gak bingung. Tapi saya juga bingung sih). Kan lumayan dapat penginapan gratis, kami gak perlu mengeluarkan uang untuk bayar hotel hahahaha. Sudah gitu rumahnya gede, gak ada penghuninya lagi jadi bisa bebas mau ngapain aja, asal jangan maling aja. Buakakakaka 

Sekian dulu ya part 2 nya. Untuk part selanjutnya ditunggu ya. hahahaha

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermain dengan Angka itu ENAK Bro!

Pengalaman mengikuti seleksi Beasiswa LPDP

Peran Statistika Dalam Investasi