Trip Murah Malang, Batu, dan Pulau Sempu Part 1

Sedikit geli kalo mau cerita trip yang satu ini, karena banyak unpredictable moment yang membawa bencana. Hahaha
Baiklah mari kita mulai (Tawurannya).
 
Awal mula nya Trip ini sama sekali tidak direncanakan, tiba2 aja ada mulut yang ngomong " ke Sempu yok". Untung yang keluar itu, kalo yg keluar "Nikah yok", alamat mati kita, belum ada uang buat bayar sinamot. Setelah berunding, kita sepakat berangkat di awal Maret 2015. Selanjutnya, kita bagi tugas, siapa yang beli tiket, siapa yang cari akomodasi selama di sana, dan siapa yang bikin itinerary, dan yang paling berat adalah mencari alasan cuti yang masuk akal untuk 4 orang sekaligus (susah cuy, kita semua satu kantor, walaupun beda departemen). 

Setelah semuanya rebes,akhir kami berangkat sekitar jam 4 sore dari Stasiun Pasar Senen (jreng jreng...). Besoknya, pagi jam 6 atau 7 kita sampai di Kota Malang.. yeaaayyyyyy. Kami dapat tiket kereta murah PP cuman 150 ribu. hehehehe

Cerita selama di Malang kita mulai dari sini,  let's get lost (taunya beneran tersesat, nyaho lo!. haha). 
Dari Stasiun malang kita melanjutkan perjalanan naik angkot, tujuan kami selanjutnya bertemu dengan pemilik motor yang akan kami sewa motornya (ribet ya bahasanya, harap dimaklumi). Setelah menunggu beberapa saat dan bernegosisasi kembali, akhirnya kami berhasil mendapat harga yang lebih murah dibandingkan dengan kesepakatan di awal. FYI, sebelum berangkat kami sudah mencari informasi mengenai transportasi menuju ke Sempu. Berhubung semua transportasi termasuk ikut tour Expensive alias Mahal, jadilah kami naik transportasi ala kadarnya, MOTOR!. Toh juga kami lebih mudah mengelilingi kota malang dan dengan harga murah cuman 40 per 24 jam. Intinya iritlah.

Naik motor dengan kecepatan tinggi di Malang itu enak (senang gak kyk dijakarta yang penuh dengan klakson, asap knalpot dan abang-abang kopaja yg galak), jalan bagus, tidak macet dan udara yang sejuk. Tujuan kami berikutnya adalah menuju villa di kawasan kota Batu. Sialnya kami belum pesan villa atau hostel sebelumnya. Alhasil kami pun harus bertanya dan singgah dari villa ke villa untuk mendapatkan harga yang sesuai kantong kami. Gak lama sekitar 15 menit mencari villa, kami mendapatkan villa sesuai filter kami. Harganya 250 ribu semalam dengan tipe family room. Tapi tolong jangan banyangkan availability Wi-Fi, Breakfast, Water Heater apalagi Bathtub. Sini saya gampar dulu, biar gak menghayal bak cinderella. FYI, kalo mau cari villa dengan harga murah dan fasilitas lengkap, saya sarankan untuk membeli via online terlebih dahulu.

Semua pada beres-beres, mandi, dan buka itinerary. Semua siap, kami pun beragkat ke tujuan pertama yakni Museum Angkut. Beli tiket, kami masuk dan mengelilingi seisi museum. Menurut ku sih biasa aja, kamu cuma bisa foto-foto dengan background mobil jadul, gangster arena, replika kota-kota ternama di dunia dan saya lupa apalagi. Intinya saya cepat bosan selama di sana. Cuman ada satu tempat yang cukup menarik, yakni pasar apung ala ala.

Setelah mereka selesai sesi poto (saya juga ikut sih). kami keluar dan selanjut kami ke JATIM PARK. Badai, hujan kami tempuh, eh Jatim Park nya tutup, Shit!. Alhasil, kami kesana cuman ngabisin duit buat bayar parkir motor dan poto di depan landmark Jatim Park (supaya orang2 tau, kalo kita sudah ke sini. Begito kata temen saya. hahah). Berhubung sudah sore, akhirnya kami pulang dan kuliner malam di Kota Batu. Parahnya, ujung-ujungnya kami makan di warung makan favorit saya sejak kuliah di semarang. Bukan lain adalah waroeng makan yang terkenal dengan macam2 sambalnya. Sambil nulis ini, air liur saya tumpah ngebayangin nikmatnya makan dengan Bandeng goreng, jamur goreng, telur gobal gabul, terasi segar, top lah (Kalo kata chef di resto, recommended by chef).

Part berikutnya, dilanjut nanti ya. Saya mau makan siang dulu, LAPAR!




Komentar

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bermain dengan Angka itu ENAK Bro!

Pengalaman mengikuti seleksi Beasiswa LPDP

Peran Statistika Dalam Investasi